Travelling

Travelling/ Jalan-jalan dan Manfaatnya

Apa itu travelling? Jangan kita bayangkan bahwa travelling itu berarti keluar negeri atau menyeberang pulau. Traveling atau jalan-jalan adalah suatu kegiatan bertemu dengan lingkungan baru, menjajaki setiap sudut kota atau tempat kita tinggal untuk sekedar menjernihkan pikiran dan menghibur diri setelan pekerjaan rutin yang melelahkan. Travelling atau jalan-jalan juga tidak harus mengeluarkan biaya banyak karena bisa dilakukan dimana saja dengan siapa saja atau bahkan bisa saja sendirian (‘me time’ yang akan kita bahas lebih lanjut diartikel selanjutnya). Mari kita bahas apa saja sih manfaat travelling atau jalan-jalan?

1. Berani menghadapi tantangan

Cobalah travelling/ jalan-jalan sendirian menyusuri daerah yang baru atau asing bagimu. Hal ini akan merupakan suatu tantangan untuk keluar dari zona nyamanmu dan bertemu dengan orang2/ tempat yang benar2 asing bagimu.

2. Petualangan baru

Dengan perjalanan yang baru kamu akan mendapatkan petualangan baru yang bisa berguna untuk meningkatkan kualitas diri kamu. Seperti pada saat kecil bahkan dengan pikiran sederhana, mereka bisa menemukan petualangan baru setiap hari dilingkungan tempat mereka tinggal. Pernahkan kita sadari bahwa anak2 lebih cepat belajar daripada kita? Itu karena mereka selalu berpetualang dengan pikiran sederhana mereka dan lingkungan terdekat yang bisa mereka capai.

3. Membawa keceriaan

Pernahkah anda perhatikan bahwa anak2 cenderung lebih ceria pada saat mereka menceritakan petualangan mereka walaupun yang paling konyol sekalipun. Demikian pula kita, pada saat kita menceritakan petualangan baru walaupun itu mengesalkan dan konyol pada saat kejadian tetapi pada saat menceritakan kita akan menjadi lebih ceria. Ada perasaan lega kita berhasil mengatasinya.

4. Meningkatkan rasa percaya diri

Keberhasilanmu dalam menghadapi setiap tantangan dalam tiap perjalanan akan meningkatkan rasa percaya dirimu. 

5. Belajar perencanaan

Dengan adanya kendala2 dan tantangan dalam tiap perjalanan membuatmu terlatih untuk membuat perencanaan dalam tiap perjalanan, yang secara tidak sadar akan kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

6. Meningkatkan adaptasi

Dalam perjalanan itu kita mungkin akan bertemu dengan orang2 baru, tempat baru, budaya baru, makanan yang berbeda dengan yang kita makan sehari-hari. Hal- hal tersebut akan meningkatkan kemampuan adaptasi kita terhadap hal-hal baru.

7. Meningkatkan komunikasi

Lebih lanjut dengan adanya kendala2 tersebut maka kita mau tidak mau harus dapat berkomunikasi dengan orang2 baru dan lingkungan baru yang berbeda sehingga secara tidak langsung akan meningkatkan komunikasi kita. Coba bayangkan berkomunikasi dengan orang baru akan lebih sulit daripada dengan orang yang kita temui sehari-hari.

8. Mengasah emosi 

Berkomunikasi dan bekerjasama dengan orang yang kita temui sehari-hari mungkin akan mudah karena kita sudah mengenal pribadi masing2. Coba bayangkan apabila kuta harus berkomunikasi dengan orang2 baru dengan latar belakang budaya yang berbeda mungkin akan membawa kesulitan bagi kita.  Maka dari itu tiap perjalanan akan mengasah emosi kita untuk lebih sabar dan terkontrol.

9. Memperluas sudut pandang

Dalam tiap perjalanan kita akan bertemu dengan orang dan hal2 baru yang akan memperluas sudut pandang kita dalam hidup. Pada setiap tempat yang kita kunjungi akan mempunyai budaya yang berbeda, bahkan budaya rumah tangga kita pun berbeda dengan tetangga kita, oleh sebab itu travelling atau jalan2 akan memperluas dan berdampak pada cara pandang kita akan hidup.

10. Menemukan hal-hal baru yang penting dalam hidup

Dalam melakukan sebuah perjalanan tentunya tidak semua barang yang kita pakai sehari-hari dapat kita bawa. Kita hanya dapat membawa barang2 yang benar2 kita butuhkan, bukan yang kita inginkan. Lebih jauh lagi dengan segala keterbatasan dan kendala yang mungkin kita hadapi kita harus dapat menyesuaikan diri. Dengan pengalaman2 baru tersebut terkadang kita akan menemukan hal2 baru yang terpenting dalam kehidupan kita yang mungkin selama ini kita lewatkan atau bahkan tidak pernah terpikirkan.

11. Meningkatkan pengenalan terhadap diri kita sendiri

Terkadang dengan segala kesibukan kita sehari-hari kita menjadi lupa akan jati diri kita. Kita dapat menjadi orang lain karena pengaruh2 dalam lingkungan sekeliling kita. Maka melakukan perjalanan akan membantu kita dalam menemukan kembali jati diri kita.

12. Belajar hal baru 

Pada tiap perjalanan pasti akan ada hal2 baru yang akan kita pelajari, entah itu budaya, bahasa, ataupun yang lainnya sehingga akan menambah wawasan kita.
Nah itulah beberapa manfaat travelling atau jalan2, jadi rencanakanlah jalan2 anda sekarang juga. Travelling atau jalan2 tidak harus mahal atau jauh, mulailah sekarang dengan budget sesuai kemampuan yang penting ambillah manfaatnya. Apakah anda akan menjadikannya gaya hidup anda??? Silakan tentukan. Sekian dan terimakasih.

​Vegetarian

​Vegetarian sebagai Gaya Hidup?

Pertama kita harus tahu dahulu apa itu vegetarian? Kata ini berasal dari bahasa Latin vegetus, yang berarti keseluruhan, sehat, segar, hidup. Istilah ‘vegetarian’ pertama kali digunakan secara formal pada tanggal 30 September 1847 oleh Joseph Brotherton dan lain-lain di Northwood Villa, Kent, Inggris pada saat pengukuhan dari Vegetarian Society Inggris. 

Definisi asli dari vegetarian yang sampai saat ini masih digunakan oleh Vegetarian Society adalah dengan atau tanpa telur dan hasil ternak perah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa vegetarian adalah sebutan bagi orang yang hanya makan tumbuh-tumbuhan dan tidak mengonsumsi makanan yang berasal dari makhluk hidup seperti daging dan unggas, namun masih mungkin mengonsumsi produk olahan hewan seperti telur, keju, atau susu.

Ada beberapa alasan mengapa seseorang memilih gaya hidup vegetarian, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Religius

Beberapa orang memilih menjadi vegetarian karena alasan agama ataupun kepercayaan yang dianut

2. Penyayang binatang

Ini bisa jadi salah satu alasan menjadi vegetarian. Banyak orang memutuskan menjadi vegan karena tak tega melihat binatang disembelih untuk dimakan.

3. Kesehatan

Dengan menjadi vegetarian, kita terhindar dari semua lemak hewani yang merupakan sumber kolesterol dan bisa jadi salah satu pemicu penyakit jantung dan kanker. Dengan menjadi vegan, tubuh akan mendapat banyak serat dari sayuran dan buah yang merupakan sumber antioksidan yang sangat berguna untuk kesehatan tubuh.

4. Berat badan stabil
Dengan berkurangnya asupan lemak dari hewani, anda tak perlu lagi takut kegemukan. Makanan sehat seperti sayur-sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian dan buah-buahan cukup untuk memenuhi semua kebutuhan tubuh. Dengan rajin makan sayur dan buah, otomatis tubuh kita mengonsumsi banyak serat sehingga otomatis pencernaan akan lancar dan racun-racun di tubuh pun bisa keluar setiap hari. Hasilnya anda bisa mendapatkan tubuh yang ideal.

5. Mencegah global warming
Fakta yang diungkap FAO tahun 2006 menjelaskan bahwa daging merupakan komoditi penghasil emisi karbondioksida paling tinggi (20%). Ini bahkan melampaui jumlah emisi gabungan dari semua kendaraan di dunia. Hal ini disebabkan karena industri ternak telah menghasilkan 9% racun karbondioksida, 65% nitrooksida, dan 37% gas metana. Selain itu, industri ternak juga memerlukan banyak energi untuk mengubah ternak menjadi daging siap konsumsi. 

6. Hemat energi

Dengan adanya krisis energi dan pangan muka bumi. Apabila kita ingin menghemat energi salah satunya adalah dengan menjadi vegetarian atau setidaknya mengurangi sumber makanan hewani, karena bahan makanan hewani membutuhkan lebih banyak konsumsi energi dalam produksi dan suplainya dibanding makanan nabati. Menurut U.S. Geological Survey, untuk membuat satu tangkup hamburger, misalnya membutuhkan setidaknya 1.300 galon air.

7. Hemat keuangan

Kita tahu produk daging dan olahannya termasuk bahan makanan yang harganya mahal, maka mengubah pola makan kita menjadi vegetarian artinya anda telah menghemat pengeluaran belanja harian atau jatah uang makan siang. Dapat anda bandingkan ketika makan di warung makan dengan mengunakan daging sebagai lauk dan menggunakan tahu atau tempe sebagai lauk, pengeluaran anda pasti jauh berbeda.

Apakah vegetarian merupakan pilihan gaya hidup anda??? Silakan dipilih 😉 cermati dahulu alasan dari pilihan anda dan konsekuensinya. Apabila membawa dampak positif dalam kehidupan anda kenapa tidak dicoba. Sekian dan terimakasih.

Gaya Hidup/ Lifestyle

Dewasa ini kita banyak mendengar tentang istilah ‘lifestyle’ atau ‘gaya hidup’ banyak orang merasa keren dengan menggunakan istilah tersebut, walaupun sebenarnya istilah tersebut sudah ada sejak tahun 1929 oleh Alfred Adler. Menurut Alfred Adler Gaya Hidup (Bahasa Inggris: lifestyle) adalah bagian dari kebutuhan sekunder manusia yang bisa berubah bergantung zaman atau keinginan seseorang untuk mengubah gaya hidupnya. 

Dalam perkembangannya ada banyak definisi dari ‘gaya hidup’ atau ‘lifestyle’ yang dapat disimpulkan bahwa gaya hidup adalah suatu pola atau cara seseorang mencitrakan dirinya, baik melalui penampilan, hobi, cita-cita, kebiasaan hidup, dan sebagainya dengan cara yang unik dilingkungannya yang terkadang menjadikan simbol status sosial maupun peranan sosial individu tersebut dalam masyarakat. Gaya hidup juga dapat mencerminkan kepribadian masing-masing individu yang ingin ditonjolkan dalam kehidupannya bersosialisasi. Masing-masing individu mempunyai hak dan kebebasan dalam memilih gaya hidup yang akan dijalaninya, baik itu gaya hidup sehat, mewah, sederhana, religius, dsb. 
Ada banyak bentuk dari gaya hidup menurut Chaney (dalam Idi Subandy,1997), antara lain : 

a. Industri Gaya Hidup

Industri gaya hidup adalah dimana tubuh/diri dan kehidupan sehari-hari pun menjadi sebuah proyek, benih penyemaian gaya hidup. “Kamu bergaya maka kamu ada!” adalah ungkapan yang mungkin cocok untuk melukiskan kegandrungan manusia modern akan gaya. Itulah sebabnya industri gaya hidup untuk sebagian besar adalah industri penampilan.
b. Iklan Gaya Hidup

Di dalam era globalisasi informasi seperti sekarang ini, iklan gaya hidup adalah gempuran iklan yang menawarkan gaya visual yang kadang-kadang mempesona dan memabukkan sehingga diharapkan dapat membentuk budaya citra dan budaya cita rasa. Iklan merepresentasikan gaya hidup dengan menanamkan secara halus arti pentingnya citra diri untuk tampil di muka publik. Iklan juga perlahan tapi pasti mempengaruhi pilihan cita rasa yang kita buat.

c. Public Relations dan Journalisme Gaya Hidup

Pemikiran mutakhir dalam dunia promosi sampai pada kesimpulan bahwa dalam budaya berbasis-selebriti,dimana para selebriti membantu dalam pembentukan identitas dari para konsumen kontemporer. Dalam budaya konsumen, identitas menjadi suatu sandaran “aksesori fashion”. Wajah generasi baru yang dikenal sebagai anak-anak E-Generation, menjadi seperti sekarang ini dianggap terbentuk melalui identitas yang diilhami selebriti. Ini berarti bahwa selebriti dan citra mereka digunakan momen demi momen untuk membantu konsumen dalam parade identitas.

d.Gaya hidup mandiri

Kemandirian adalah mampu hidup tanpa bergantung mutlak kepada sesuatu yang lain. Untuk itu diperlukan kemampuan untuk mengenali kelebihan dan kekurangan diri sendiri, serta berstrategi dengan kelebihan dan kekurangan tersebut untuk mencapai tujuan. Individu dengan gaya hidup mandiri harus bisa berpikir logis untuk menyusun strategi dan bertanggung jawab melakukan perubahan secara sadar dengan memahami betuk setiap resiko yang akan terjadi serta siap menanggung resiko tersebut. Hanya dengan kedisiplinan maka akan terbentuk gaya hidup yang mandiri. Dengan gaya hidup mandiri, budaya konsumerisme tidak lagi memenjarakan manusia. Manusia akan bebas dan merdeka untuk menentukan pilihannya secara bertanggung jawab, serta menimbulkan inovasi-inovasi yang kreatif untuk menunjang kemandirian tersebut.

e. Gaya Hidup Hedonis

Gaya hidup hedonis adalah suatu pola hidup yang aktivitasnya untuk mencari kesenangan , seperti lebih banyak menghabiskan waktu diluar rumah, lebih banyak bermain, senang pada keramaian kota, senang membeli barang mahal yang disenanginya, serta selalu ingin menjadi pusat perhatian.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa bentuk dari suatu gaya hidup dapat berupa gaya hidup dari suatu penampilan, melalui media iklan, modeling dari artis yang di idola kan, gaya hidup yang hanya mengejar kenikmatan semata sampai dengan gaya hidup mandiri yang menuntut penalaran dan tanggung jawab dalam pola perilakunya.
Akan tetapi dalam perkembangannya ada banyak lagi gaya hidup yang lain karena gaya hidup akan terus berkembang selama peradaban manusia masih ada. Ada banyak faktor yang mempengaruhi proses terbentuknya gaya hidup dalam perkembangan sejarah peradaban manusia diantaranya adalah faktor internal dan eksternal (Nugraheni, 2003). Faktor internal yaitu sikap, pengalaman, dan pengamatan, kepribadian, konsep diri, motif, dan persepsi. Adapun faktor eksternal meliputi kelompok referensi, keluarga, kelas sosial, dan kebudayaan.
Dengan perkembangan jaman timbul juga yang dinamakan gaya hidup bebas, seperti apakah gaya hidup bebas itu? Ada banyak persepsi, bisa gaya hidup sex bebas, gaya hidup pesta pora dengan obat-obat terlarang, gaya hidup bebas berekspresi dan berpendapat, dsb. Apalagi dengan dukunga media sosial dan teknologi sekarang ini segala informasi bisa kita dapatkan dan kita sebar luaskan.  

Gaya hidup adalah pilihan dan ada konsekuensi dari setiap pilihan yang kita buat. Gaya hidup bisa mengarah kepada hal yang positif maupun negatif. Dengan uraian tersebut diatas gaya hidup seperti apakah yang akan kita pilih? Marilah kita pilih dengan bijaksana dan lebih penting lagi tidak merugikan diri sendiri dan orang lain. Hidup kita dan orang lain sangatlah berarti mari kita berbagi sesuatu yang positif, menghargai dan menghormati pandangan dan pendapat orang lain agar terjalin hubungan yang harmonis. Sekian dan terimakasih.