​Pengobatan dari dalam tubuh/pikiran kita V

Bagian kelima:
Dasar dari Penyembuhan Diri Sendiri

Menurut teori Quantum Physics yang mengatakan kita semua adalah satu di alam semesta ini. Hanya ada satu ruang dan semuanya terhubung satu sama lain, yang artinya bahwa tidak ada sesuatu apapun yang terpisah dari Yang Maha Kuasa, yang dikembangkan menjadi “Kesadaran” yang berperan di alam semesta ini. Kebenaran dari dari Penyembuhan Diri Sendiri melibatkan beberapa dimensi, yang melibatkan:

Cobalah berpikir gejala yang sedang dialami sebagai sebuah bahasa yang bisa dimengerti lalu buatlah kesepakatan yang berbeda dengan pesan tersebut.

Berikan pesan tersebut dengan penuh kesadaran kepada sel-sel dalam tubuh kita untuk mendukung proses penyembuhan.

Gunakanlah kekuatan dalam dirimu supaya lebih aktif, pilihlah kesadaran dalam dirimu untuk mengatasi penyebab dari permasalahan yang ada daripada menyerahkan kekuatan yang ada dalam dirimu kepada orang lain atau sesuatu yang lain.

Melalui langkah-langkah penyembuhan ini, kita mulai merubah identitas diri kita yang menyebutkan bahwa diri kita lemah dan jauh dari Sang Pencipta kita menjadi diri kita sebenarnya yang mempunyai potensi kekuatan yang sangat besar dalam penciptaan (melalui pikiran kita). 

Bagaimanapun juga tidak semua penyakit bisa kita atasi sendiri, dalam beberapa kasus kita memerlukan tindakan medis. Akan tetapi bukan berarti kita kehilangan kemampuan penyembuhan diri sendiri, karena penyembuhan lebih dari sekedar menghilangkan sebuah gejala. Dengan adanya berbagai macam gejala penyakit maka cara kita mengatasinya pun bervariasi. Terkadang kita memerlukan media dari luar tubuh kita, untuk membantu proses penyembuhan itu. Salah satu contoh dari pengalaman pribadi dr. Henry Grayson adalah pada saat beliau mengalami peradangan sendi dikakinya sehingga mengakibatkan adanya benjolan karena radang tersebut. Dokter menyarankan untuk diambil tindakan operasi, tapi beliau minta waktu untuk melakukan penyembuhan diri sendiri. Akhirnya beliau menemukan akar permasalahan dalam dirinya dan berhasil diselesaikan. Akan tetapi radang sendi itu masih ada, butuh waktu beberapa minggu untuk menemukan cara mengatasinya. Pada suatu pagi pada saat beliau berganti pakaian didalam kamarnya, beliau merasakan kakinya membaik untuk berjalan diatas karpet. Maka hal itu menginspirasi beliau untuk berjalan kaki diatas karpet setiap pagi. Beliau merasakan darah mengalir disekitar tulang yang meradang sehingga perlahan-lahan mengikis benjolan peradangan itu dan mengeluarkannya dari tubuh.

Setelah 6 minggu, benjolan itu mengecil dan kemudian hilang sama sekali. Beliau perlu mengatasi penyebab dari masalah benjolan itu, akan tetapi beliau juga harus memprogram ulang sistem informasi dalam tubuhnya untuk menciptakan penyembuhan yang menyeluruh. Pengalaman-pengalaman ini merupakan awal dari teknik penyembuhan diri sendiri yang beliau terapkan pada diri sendiri dan orang lain.

Kesimpulannya, pada beberapa kasus kita memerlukan pengobatan medis untuk menanggulangi suatu gejala tetapi bukan berarti kita gagal dalam melakukan penyembuhan diri sendiri, karena untuk mencapai penyembuhan yang menyeluruh kita tidak hanya mengobati gejala tetapi juga mengatasi akar dari penyakit itu sendiri. Lebih jauh lagi, penyembuhan diri sendiri bisa juga melibatkan media diluar tubuh kita. Pada edisi selanjutnya akan kita bahas luasnya kemungkinan-kemungkinan dalam penyembuhan diri sendiri. Sekian dan terimakasih, semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua.