​Pengobatan dari dalam tubuh/pikiran kita V

Bagian kelima:
Dasar dari Penyembuhan Diri Sendiri

Menurut teori Quantum Physics yang mengatakan kita semua adalah satu di alam semesta ini. Hanya ada satu ruang dan semuanya terhubung satu sama lain, yang artinya bahwa tidak ada sesuatu apapun yang terpisah dari Yang Maha Kuasa, yang dikembangkan menjadi “Kesadaran” yang berperan di alam semesta ini. Kebenaran dari dari Penyembuhan Diri Sendiri melibatkan beberapa dimensi, yang melibatkan:

Cobalah berpikir gejala yang sedang dialami sebagai sebuah bahasa yang bisa dimengerti lalu buatlah kesepakatan yang berbeda dengan pesan tersebut.

Berikan pesan tersebut dengan penuh kesadaran kepada sel-sel dalam tubuh kita untuk mendukung proses penyembuhan.

Gunakanlah kekuatan dalam dirimu supaya lebih aktif, pilihlah kesadaran dalam dirimu untuk mengatasi penyebab dari permasalahan yang ada daripada menyerahkan kekuatan yang ada dalam dirimu kepada orang lain atau sesuatu yang lain.

Melalui langkah-langkah penyembuhan ini, kita mulai merubah identitas diri kita yang menyebutkan bahwa diri kita lemah dan jauh dari Sang Pencipta kita menjadi diri kita sebenarnya yang mempunyai potensi kekuatan yang sangat besar dalam penciptaan (melalui pikiran kita). 

Bagaimanapun juga tidak semua penyakit bisa kita atasi sendiri, dalam beberapa kasus kita memerlukan tindakan medis. Akan tetapi bukan berarti kita kehilangan kemampuan penyembuhan diri sendiri, karena penyembuhan lebih dari sekedar menghilangkan sebuah gejala. Dengan adanya berbagai macam gejala penyakit maka cara kita mengatasinya pun bervariasi. Terkadang kita memerlukan media dari luar tubuh kita, untuk membantu proses penyembuhan itu. Salah satu contoh dari pengalaman pribadi dr. Henry Grayson adalah pada saat beliau mengalami peradangan sendi dikakinya sehingga mengakibatkan adanya benjolan karena radang tersebut. Dokter menyarankan untuk diambil tindakan operasi, tapi beliau minta waktu untuk melakukan penyembuhan diri sendiri. Akhirnya beliau menemukan akar permasalahan dalam dirinya dan berhasil diselesaikan. Akan tetapi radang sendi itu masih ada, butuh waktu beberapa minggu untuk menemukan cara mengatasinya. Pada suatu pagi pada saat beliau berganti pakaian didalam kamarnya, beliau merasakan kakinya membaik untuk berjalan diatas karpet. Maka hal itu menginspirasi beliau untuk berjalan kaki diatas karpet setiap pagi. Beliau merasakan darah mengalir disekitar tulang yang meradang sehingga perlahan-lahan mengikis benjolan peradangan itu dan mengeluarkannya dari tubuh.

Setelah 6 minggu, benjolan itu mengecil dan kemudian hilang sama sekali. Beliau perlu mengatasi penyebab dari masalah benjolan itu, akan tetapi beliau juga harus memprogram ulang sistem informasi dalam tubuhnya untuk menciptakan penyembuhan yang menyeluruh. Pengalaman-pengalaman ini merupakan awal dari teknik penyembuhan diri sendiri yang beliau terapkan pada diri sendiri dan orang lain.

Kesimpulannya, pada beberapa kasus kita memerlukan pengobatan medis untuk menanggulangi suatu gejala tetapi bukan berarti kita gagal dalam melakukan penyembuhan diri sendiri, karena untuk mencapai penyembuhan yang menyeluruh kita tidak hanya mengobati gejala tetapi juga mengatasi akar dari penyakit itu sendiri. Lebih jauh lagi, penyembuhan diri sendiri bisa juga melibatkan media diluar tubuh kita. Pada edisi selanjutnya akan kita bahas luasnya kemungkinan-kemungkinan dalam penyembuhan diri sendiri. Sekian dan terimakasih, semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua. 

​Pengobatan dari dalam tubuh/pikiran kita IV

Bagian keempat:
Pada kesempatan ini akan kita bahas tentang pengalaman sakit yang di alami dr. Henry Grayson setelah beberapa tahun kemudian. Pada saat itu beliau menderita sakit pinggang, dari gejala yang ringan dan kemudian memburuk sehingga pada suatu hari beliau harus berjalan perlahan-lahan sejauh 6 blok menuju kantornya. Berbagai macam upaya ditempuh dari chiropractor, terapi pijat, obat relaksasi otot dan sebagainya akan tetapi tidak membuahkan hasil. Sampai akhirnya rasa sakit itu memuncak sehingga beliau harus masuk rumah sakit. Dari hasil pemeriksaan dokter beliau mengalami perubahan jaringan lunak yang akut di tulang belakangnya sehingga harus dioperasi, karena apabila tidak dilakukan operasi maka beliau tidak akan pernah bisa berjalan lagi.

Beliau merasa sangat terkejut dan trauma karena diketahui pada saat itu bahwa 68% orang yang menjalani operasi tulang belakang akan semakin parah. Beliau tidak mau mengambil resiko itu karena beliau sangat menyukai olahraga dan tidak ingin menempuh resiko untuk menjalani pengobatan dengan efek samping yang bisa memperparah keadaan. 

Tiba-tiba beliau tersadarkan akan kemampuannya untuk memyembuhkan diri sendiri, sesuatu yang sudah terlupakan sejak digunakan untuk gejala radang dan flu belum pernah beliau gunakan untuk gejala yang lainnya. Pikiran bawah sadar kita, musuh didalam diri kita yang tanpa kita sadari telah menghalangi kemampuan kita untuk menyembuhkan diri kita sendiri. Maka beliau mengajukan 4 pertanyaan itu kembali:

Mengapa saya mengalami gejala ini sekarang?

Apa yang akan dihasilkan dari gejala yang saya alami ini?

Apa yang tidak bisa saya kerjakan karena gejala yang saya alami ini?

Emosi apa yang diekspresikan dalam gejala ini?

Beliau sampai pada 4 hal yang harus dilakukan, yaitu: ada seorang dua orang teman yang mana beliau merasa bahwa mereka telah mengabaikan beliau. Beliau memutuskan untuk mengatasi trauma terhadap dua orang tersebut dari dalam dirinya sebelum menemui mereka secara personal. Beliau membuat komitmen untuk menyelesaikanya sesegera mungkin. Kemudian beliau mewaspadai dua hal dari gaya hidupnya yang perlu perhatian khusus, yaitu kesenangan beliau akan olahraga, tetapi beliau tidak pernah melakukan peregangan. Dan satu hal lagi yaitu tekanan dalam hidup dan pekerjaan. Maka beliau berjanji pada dirinya sendiri untuk melakukan yoga dan meditasi untuk mengatasi dua hal tersebut.

Sekali lagi keajaiban terjadi, setelah beliau membuat komitmen tersebut, beliau mulai merasa lebih baik. Perubahan dalam pikirannya yang telah membuat perubahan dalam tubuhnya. Beliau mulai bekerja lagi dalam beberapa hari, dan bebas dari rasa sakit dalam dua minggu setelah membuat komitmen tersebut. Setelah itu beliau selalu menggunakan metode tersebut untuk semua gejala baik ringan maupun berat.

Kesimpulannya, masing-masing dari kita mempunyai kemampuan untuk melakukan penyembuhan diri sendiri. Akan tetapi kadang pikiran bawah sadar kita yang menghalangi kesadaran kita untuk melakukan proses kesembuhaan tersebut. Sekian dan terimakasih, semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua.

​Pengobatan dari dalam tubuh/pikiran kita III

Bagian ketiga:
Kali ini kita akan mengulas tentang pengalaman pribadi dr. Henry Grayson, bermula pada saat remaja sampai usia sekitar 25 tahunan, beliau seringkali  menderita radang tenggorokan dan flu sekitar 3 kali atau lebih dalam setahun. Kemudian pada suatu hari yang sangat dingin ketika beliau sedang memperbaiki pagar, gejala radang dan flunya kambuh, padahal beliau akan menghadapi ujian dalam beberapa hari kedepan dan telah menyediakan waktunya setiap akhir pekan selama beberapa bulan terakhir untuk belajar. Pada saat itu beliau sedang mempertimbangkan untuk tidak mengikuti ujian tersebut karena radang tenggorokan yang semakin terasa parah. Beliau bisa saja menyalah orang yang menyebarkan virus radang tersebut atau orang yang telah bersin dihadapannya sehari sebelumnya, atau bisa saja langsung meminta resep antibiotik ke dokter seperti yang sudah sering dilakukan. Tetapi kali ini beliau memikirkan sesuatu yang lain, daripada mencari penyebab (mencari kesalahan orang yang telah membawa virus) atau meminta obat. Beliau mulai memikirkan bahwa tubuh tidak bisa dipisahkan dari pikiran yang mana merupakan awal dari pengalaman proses penyembuhan diri sendiri yang beliau lakukan.

Maka beliau mulai membuat beberapa pertanyaan bagi dirinya sendiri dalam hubungannya dengan radang tenggorokan yang dialaminya:

Mengapa saya mengalami gejala ini sekarang?

Apa yang akan dihasilkan dari gejala yang saya alami ini?

Apa yang tidak bisa saya kerjakan karena gejala yang saya alami ini?

Dengan pertanyaan yang terakhir jawabannya jelas bahwa beliau tidak dapat mengikuti ujian yang telah dipersiapkannya dengan matang, dan beliau jelas tidak menginginkan hal tersebut. Kemudian beliau membuat pertanyaan keempat:

Emosi apa yang diekspresikan dalam gejala ini?

Pada saat itu beliau sedang berada dihalaman belakang dan melihat tetangganya yang sedang berada didapur dengan posisi membelakanginya. Tiba-tiba dia merasa bersalah, teringat bahwa dia berjanji untuk membantu ayah tetangganya tersebut untuk menggeser perabotan dirumahnya. Pada saat itu beliau merasa bersalah karena dibawah cuaca yang sangat buruk beliau memperbaiki pagarnya tetapi belum mambantu tetangganya, padahal beliau memang berencana akan membantu menggeser perabotan itu setelah ujian. Beliau merasa bersalah karena rencana tersebut belum sempat disampaikan kepada tetangganya, sehingga dikhawatirkan terjadi salah paham.  Kekhawatiran tersebut secara tidak sadar terproyeksikan kedalam tubuh dan menimbulkan radang.

Kemudian beliau mulai berpikir : Apakah saya perlu menghukum diri saya dengan radang tenggorokan dan flu karena merasa bersalah? Tidak, saya tidak mau mendapatkan hukuman seperti ini hanya untuk memperkuat rasa bersalah saya. Saya akan menelpon tetangga saya segera setelah saya selesai memperbaiki pagar dan memberitahunya bahwa saya tidak lupa akan janji saya untuk menggeser perabotan rumahnya, tapi akan saya lakukan pada hari selasa setelah ujian saya dihari senin.

Luar biasa sekali, dalam waktu 25 menit setelah mengambil keputusan itu untuk mengatasi rasa bersalahnya, radang tenggorokan beliau sembuh, dan itu pertamakalinya selama bertahun-tahun radang tersebut tidak menjadi flu yang parah. Akhirnya beliau berkesimpulan bahwa dia tidak perlu untuk mengalami radang lagi karena beliau menggunakan metode itu tiap kali menghadapi gejala-gejala yang sama.

Kesimpulannya kunci utama kesehatan kita bukanlah terletak pada tubuh ataupun suatu permasalahan yang kita hadapi, tetapi terletak pada kesadaran kita. Sebagai tambahan pada saat saya mulai menulis artikel ini saya sedang radang dan flu juga, sudah 2 kali ke dokter dan diberi antibiotik tapi belum sembuh juga. Segera saya praktekkan metode diatas, luar biasa sekali sampai dengan tulisan ketiga ini saya masih bertahan dan berangsur sembuh tanpa obat maupun antibiotik. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua, sekian dan terimakasih. Like, komen dan subscribe ya agar selalu update 👍👍👍

​Pengobatan dari dalam tubuh/pikiran kita II

Bagian kedua:
Pada artikel pertama kita membahas tentang penyakit-penyakit yang ditimbulkan karena efek dari stress/ trauma. Maka pada kesempatan ini akan kita bahas tentang bagaimana kita melepaskan diri dari trauma tersebut sehingga bisa meningkatkan sistem imun tubuh kita dalam mengatasi penyakit. 

Ada beberapa pertanyaan penting yang harus kita renungkan:

Mengapa kita seringkali mengabaikan nasehat medis yang notabene sudah kita ketahui kebenarannya?

Mengapa diet sehat, olahraga, yoga, meditasi, dll seringkali gagal walaupun kita bertujuan untuk melaksanakannya?

Mengapa gejala-gejala sakit secara fisik atau masalah emosi sangat sulit dihilangkan, bahkan setelah bertahun-tahun melakukan terapi?

Permasalahan ini dapat diibaratkan sebagai berikut, apabila ditaman kita penuh oleh alang-alang (rumput liar) dan kita menanam bunga disitu maka pada akhirnya bunga itu tidak akan bertahan lama. Pertama-tama kita harus mencabut semua alang-alat tersebut agar kita bisa membuat taman bunga. Alang-alang disini adalah seperti yang kita bahas pada artikel pertama yaitu stress (jaringan dari trauma; kepercayaan akan sesuatu hal yang negatif, serangkaian pemikiran dan emosi, mengartikan sesuatu atas persepsi diri sendiri dan kadang merupakan hasil dari cara/ pola menghadapi tekanan dalam keluarga) yang kebanyakan ada dialam bawah sadar kita.

Disini, akan kita bahas tentang bukti adanya trauma dibawah alam sadar kita (95% dari perilaku kita baik itu positif maupun negatif adalah diluar kesadaran kita). Pada saat seminar yang diadakan oleh dr. Henry Grayson di Boston, beliau membuka seminar dengan pertanyaan, “Siapakah diantara peserta seminar yang ingin menikmati hidup sehat dan bahagia?” semua peserta mengangkat tangan mereka. Kemudian beliau memberikan pertanyaan berikutnya, “Siapakah diantara peserta seminar yang merasa berhak dan nyaman untuk menikmati hidup sehat dan bahagia?” hasilnya mengejutkan karena semua peserta merasa tidak yakin apakah mereka berhak atau nyaman untuk menjalani hidup sehat dan bahagia. Bahkan 82% dari peserta merasa tidak yakin apakah mereka berhak dan merasa nyaman menjalani kehidupan tersebut.

Mengacu pada filosofi Friedrich Nietzsche, yang mengatakan bahwa orang yang paling sering kita bohongi adalah diri kita sendiri. Ini bukan berarti kita adalah seorang pembohong besar, akan tetapi karena 95% dari tingkah laku kita, baik itu positif maupun negatif adalah diluar kesadaran kita. Oleh sebab itu kita harus dapat menerjemahkan bahasa tubuh kita untuk mengetahui apa yang sebenarnya sedang terjadi, daripada hanya sekedar mengobati sebagian dari tubuh kita (yang sakit) saja.

Pada artikel selanjutnya akan kita bahas mengenai, bagaimana kita belajar untuk menyembuhkan diri kita sendiri. Sekian dan terimakasih, semoga bisa bermanfaat bagi kita semua.

Pengobatan dari dalam tubuh dan pikiran kita

Bagian pertama:
Kali ini kita akan mengulas artikel yang ditulis oleh dr. Henry Grayson tentang mengobati diri sendiri dengan menciptakan energi dari dalam tubuh agar dapat dikeluarkan untuk menunjang kesehatan kita. Dewasa ini banyak penyakit yang kita alami berhubungan dengan stress, contohnya penyakit-penyakit seperti; sakit perut, sakit otot dan persendian, sakit pinggang, darah tinggi, meningkatnya detak jantung, meningkatnya kolesterol, meningkatkan resiko serangan jantung, meningkatnya emosi seperti: mudah marah, mudah panik, trauma, depresi, gelisah, lemah, tulang keropos, melemahnya libido; khususnya menurunkan sistem imunitas tubuh yang merupakan akar dari segala penyakit, seperti halnya kanker. 

Lebih jauh lagi kita akan menggali penyebab tersembunyi dari stress itu sendiri, dimana masing-masing orang mempunyai ketahanan yang berbeda, karena stress berhubungan dengan reaksi kita terhadap suatu masalah, daripada masalah itu sendiri. Contohnya dengan permasalahan yang sama akan memberikan dampak stress yang berbeda pada masing-masing individu. Stress sebenarnya adalah jaringan dari trauma; kepercayaan akan sesuatu hal yang negatif, serangkaian pemikiran dan emosi, mengartikan sesuatu atas persepsi diri sendiri dan kadang merupakan unduhan dari cara/ pola menghadapi tekanan dalam keluarga. Stress menstimulasi penyakit, dan obat tidak menghilangkan stress itu sendiri. Obat hanya meringankan penderitaan secara fisik, tetapi tidak benar-benar menyembuhkan dan terkadang menimbulkan penyakit lain (efek samping). Apabila kita benar-benar berharap untuk mendapatkan kesehatan dan kebahagiaan kita harus mengatasi penyebab stress itu sendiri, daripada hanya sekedar meminum obat.

Pada artikel selanjutnya akan kita bahas tentang cara menghilangkan trauma dalam diri kita. Sekian dan terimakasih.

Mengapa dibuat Rumit?

Banyak hal dalam hidup yang sebenarnya sederhana tetapi kita manusia membuatnya menjadi sangat sulit. Apasaja contohnya? Mari kita bahas:

1. Kepengen makan enak tidak punya duit? 

Definisi enaknya seperti apa dulu? Belum tentu makan di restoran mahal enak loh. Sudahlah makan semampu dan seadanya budget aja. Orang kaya aja kepengen sehat sampe beli makanan aja yang tawar (diet mayo), makanan tanpa daging (vegetarian) dan lain-lain. Masa udah pas-pasan malah mau cari penyakit dengan makan enak. Masuk akal kan???

2. Putus cinta?

Jangan galau manusia didunia masih banyak, siapa tau yang berikutnya lebih baik.

3. Dipecat dari perusahaan tempat anda bekerja?

Beruntung anda sudah perna kerja, banyak diluar sana yang bahkan belum pernah bekerja sejak lulus. Bisa juga ada rencana lain yang lebih baik buat anda.

4. Mobil anda tergores motor?

Banyak yang stress dan emosi gara- gara mobilnya tergores atau penyok. Sebenarnya itu adalah termasuk salah satu resiko kita punya mobil, apa yang anda risaukan? Anda jangan berharap memakai sesuatu akan mengkilat tanpa cacat selamanya bukan? Dipakai kok wajar saja, bahkan memakai sepatupun ada resiko terinjak sepatu lain ataupun tergores aspal kan? Bukan berarti kita tidak berhati-hati lho tetapi jangan berlebihanlah yang penting penumpang selamat kan? Syukuri saja.

5. Bertengkar dengan teman?

Ya itu merupakan resiko dalam bersosialisasi hendaknya kita sadari saja bahwa masing-masing individu adalah unik “ya orangnya mememang begitu” mau diapain lagi. 


6. Melakukan kesalahan? 

Toh sudah terjadi, belajar dari situ saja. Dipikirkan terus juga tidak akan mengubah keadaan.

7. Mengalami musibah?

Setiap manusia pasti mengalami ujian dalam hidup, seperti kita sekolah pasti ada ujian kan, ya jalani saja supaya lulus. Apa mau tinggal kelas???  
Itu hanyalah beberapa contoh saja intinya janganlah berkutat pada hal yang sudah terjadi, cobalah untuk membiarkannya berlalu dengan belajar dari kejadian tersebut. Seperti halnya ungkapan tidak ada pesta yang tidak berakhir, demikian pula dalam hidup, kita tidak bisa mengharapkan kesenangan saja dalam hidup kita. Terima dan jalani dengan penuh rasa syukur akan lebih mudah. Sekian dan terimakasih semoga bisa berguna bagi anda

Gaya hidup yang merepotkan

​Gaya Hidup Udin

Pada suatu hari Kang Haris ketemu Udin diwarung lagi utak atik hape, ditanyalah si Udin:
Kang Haris : Lagi ngapain din?

Udin           : Main Instagram

Kang Haris : Iya diapain?

Udin            : Biar pengikutnya banyak (matanya tetep aja melototin hape)

Kang Haris : Gampang din, kasi hashtag “lifestyle”

(Udin mulai tertarik minta diajarin tuh buat hashtag)

Udin            : Makasih ya Kang, I lup yu pul dah 😘
Selang 1 bulan ketemu lagi kang Haris ama udin diwarung yang sama, mukanya kusut banget.

Kang Haris : Kenapa din? Itu pengikutnya udah banyak kayanya.

Udin            : Bangkrut aku kang, gara-gara “lifestyle”

Kang Haris : Kenapa din? Kok bawa-bawa lifestyle

Udin            : “lifestyle” kan hidup yang bergaya tuh, aku geseklah kartu kredit si mimin buat beli celana lepis, kacamata item ama makan di kafe tiap malem ama mimin, sekalianlah mimin aku dandanin biar bergaya kang. Sekarang tagihan siapa yang bayar kang??? 

Kang Haris : Aduh udin, lifestyle itu gaya hidup bukan hidup yang bergaya!!! Kamu masukin aja potret hidupmu apa ada, lifestyle ala udin gitu. Aduh gimana sih kamu din. Kamu pake celana pendek juga itu lifestyle udin, makan ikan asin juga lifestyle udin. Aduh diiinnn…..

Nah berabe kan kalau udh kaya si Udin??? Hayo siapa diantara kita yang kaya si Udin??? Gaya hidup mu adalah pilihanmu, pilih yang bijaksana ya bro and sis. Ini gaya hidupmu, bukan orang lain.

Yoga

Yoga dan manfaatnya


Apa itu yoga?

Yoga berasal dari bahasa sansekerta yang artinya memusatkan pikiran agar bisa mengendalikan panca indera, sehingga diperlukan konsentrasi penuh untuk dapat mengontrol dan mengatur agar dapat tercipta keselarasan dan keseimbangan antara jiwa, pikiran dan tubuh. Lebih jauh lagi yoga merupakan bersatunya sang hamba dengan sang Maha Pencipta yang dapat dipahami melalui teknik meditasi dan asana atau olah tubuh (gerakan-gerakan untuk membantu mengenali diri sendiri sehingga lebih dekat dalam mengenal Sang Pencipta.


Sejarah yoga

Yoga dipercaya berasal dari India sekitar 3.000 SM dan banyak praktisinyang meyakini munculnya jauh sebelum itu. Adapun orang yang pertamakali membukukan yoga adalah Patanjali, yang dikenal dengan sistem Raja Yoga yang intinya mengenainpengendalian pikiran. Dalam perkembangannya yoga menjadi beberapa aliran dengan teknik olah tubuh dan meditasi. 


Di negara barat yoga mulai dikenal sejak 30 tahun terakhir, sedangkan di Indonesia mulai dikenal sejak tahun 1990an. Perkembangan yoga khususnya dijakarta terjadi pada saat krisis ekonomi pada pertengahan tahun 90an dimana banyak orang menjadi stress karena tekanan ekonomi, sehingga mereka berpaling ke yoga untuk penyembuhan alami. Selain itu yoga masuk ke indonesia karena referensi dari anak-anak Indonesia yang sekolah diluar negeri yang sudah merasakan manfaatnya. 


Apakah yoga merupakan olah raga?

Yoga yang banyak dikenal sekarang ini adalah asana (olah tubuh). Menurut pendapat beberapa master yoga , yoga tidak bisa disebut sebagai olahraga karena dalam mencapai posisi-posisi tertentu dalam yoga bukan hasilnya yang terpenting tetapi lebih pada prosesnya. Kesimpulannya,kita tidak memaksa tubuh kita untuk mencapai posisi tertentu, tetapi kita harus menyelaraskan tubuh dan pikiran kita untuk melakukannya. Lebih jauh lagi banyak atlet yang mempelajari yoga untuk mendukung latihan mereka ataupun mendukung pemulihan akibat cedera. Jadi kesimpulannya yoga bukan olahraga tapi membantu kita dalam latihan olah raga. 


Apakah manfaat yoga?

Ada banyak sekali manfaat yoga diantaranya adalah:

1. Media relaksasi, karena gerakan-gerakan yoga yang perlahan dan biasanya diiringi musik yang lembut membuat kita merasa rileks, tenang dan santai.

2. Mencegah dan mengurangi stress, sehingga lebih santai dan tenang dalam menghadapi tekanan hidup.

3. Menjaga kebugaran tubuh dan menambah stamina

4. Meningkatkan penguasaan emosi dengan mengembangkan emosi positif

5. Meningkatkan konsentrasi dan daya ingat

6. Melancarkan peredaran darah dengan meningkatkan kinerja jatung

7. Memperindah bentuk tubuh dengan membakar lemak dan mengencangkan otot

8. Meningkatkan fungsi pernapasan dan mengoptimalkan fungsi organ tubuh

9. Meningkatkan fleksibilitas tubuh dan persendian

10. Menguatkan tulang dan mencegah osteoporosisi

11. Mencegah diabetes dengan menurunkan kadar gula berlebihndan kolestrol

12. Berguna bagi kulit agar kencang, halus dan sehat


Demikian sekilas info tentang yoga, berminatkah anda menjadikannya gaya hidup? Sekian dan terimakasih

Travelling

Travelling/ Jalan-jalan dan Manfaatnya

Apa itu travelling? Jangan kita bayangkan bahwa travelling itu berarti keluar negeri atau menyeberang pulau. Traveling atau jalan-jalan adalah suatu kegiatan bertemu dengan lingkungan baru, menjajaki setiap sudut kota atau tempat kita tinggal untuk sekedar menjernihkan pikiran dan menghibur diri setelan pekerjaan rutin yang melelahkan. Travelling atau jalan-jalan juga tidak harus mengeluarkan biaya banyak karena bisa dilakukan dimana saja dengan siapa saja atau bahkan bisa saja sendirian (‘me time’ yang akan kita bahas lebih lanjut diartikel selanjutnya). Mari kita bahas apa saja sih manfaat travelling atau jalan-jalan?

1. Berani menghadapi tantangan

Cobalah travelling/ jalan-jalan sendirian menyusuri daerah yang baru atau asing bagimu. Hal ini akan merupakan suatu tantangan untuk keluar dari zona nyamanmu dan bertemu dengan orang2/ tempat yang benar2 asing bagimu.

2. Petualangan baru

Dengan perjalanan yang baru kamu akan mendapatkan petualangan baru yang bisa berguna untuk meningkatkan kualitas diri kamu. Seperti pada saat kecil bahkan dengan pikiran sederhana, mereka bisa menemukan petualangan baru setiap hari dilingkungan tempat mereka tinggal. Pernahkan kita sadari bahwa anak2 lebih cepat belajar daripada kita? Itu karena mereka selalu berpetualang dengan pikiran sederhana mereka dan lingkungan terdekat yang bisa mereka capai.

3. Membawa keceriaan

Pernahkah anda perhatikan bahwa anak2 cenderung lebih ceria pada saat mereka menceritakan petualangan mereka walaupun yang paling konyol sekalipun. Demikian pula kita, pada saat kita menceritakan petualangan baru walaupun itu mengesalkan dan konyol pada saat kejadian tetapi pada saat menceritakan kita akan menjadi lebih ceria. Ada perasaan lega kita berhasil mengatasinya.

4. Meningkatkan rasa percaya diri

Keberhasilanmu dalam menghadapi setiap tantangan dalam tiap perjalanan akan meningkatkan rasa percaya dirimu. 

5. Belajar perencanaan

Dengan adanya kendala2 dan tantangan dalam tiap perjalanan membuatmu terlatih untuk membuat perencanaan dalam tiap perjalanan, yang secara tidak sadar akan kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

6. Meningkatkan adaptasi

Dalam perjalanan itu kita mungkin akan bertemu dengan orang2 baru, tempat baru, budaya baru, makanan yang berbeda dengan yang kita makan sehari-hari. Hal- hal tersebut akan meningkatkan kemampuan adaptasi kita terhadap hal-hal baru.

7. Meningkatkan komunikasi

Lebih lanjut dengan adanya kendala2 tersebut maka kita mau tidak mau harus dapat berkomunikasi dengan orang2 baru dan lingkungan baru yang berbeda sehingga secara tidak langsung akan meningkatkan komunikasi kita. Coba bayangkan berkomunikasi dengan orang baru akan lebih sulit daripada dengan orang yang kita temui sehari-hari.

8. Mengasah emosi 

Berkomunikasi dan bekerjasama dengan orang yang kita temui sehari-hari mungkin akan mudah karena kita sudah mengenal pribadi masing2. Coba bayangkan apabila kuta harus berkomunikasi dengan orang2 baru dengan latar belakang budaya yang berbeda mungkin akan membawa kesulitan bagi kita.  Maka dari itu tiap perjalanan akan mengasah emosi kita untuk lebih sabar dan terkontrol.

9. Memperluas sudut pandang

Dalam tiap perjalanan kita akan bertemu dengan orang dan hal2 baru yang akan memperluas sudut pandang kita dalam hidup. Pada setiap tempat yang kita kunjungi akan mempunyai budaya yang berbeda, bahkan budaya rumah tangga kita pun berbeda dengan tetangga kita, oleh sebab itu travelling atau jalan2 akan memperluas dan berdampak pada cara pandang kita akan hidup.

10. Menemukan hal-hal baru yang penting dalam hidup

Dalam melakukan sebuah perjalanan tentunya tidak semua barang yang kita pakai sehari-hari dapat kita bawa. Kita hanya dapat membawa barang2 yang benar2 kita butuhkan, bukan yang kita inginkan. Lebih jauh lagi dengan segala keterbatasan dan kendala yang mungkin kita hadapi kita harus dapat menyesuaikan diri. Dengan pengalaman2 baru tersebut terkadang kita akan menemukan hal2 baru yang terpenting dalam kehidupan kita yang mungkin selama ini kita lewatkan atau bahkan tidak pernah terpikirkan.

11. Meningkatkan pengenalan terhadap diri kita sendiri

Terkadang dengan segala kesibukan kita sehari-hari kita menjadi lupa akan jati diri kita. Kita dapat menjadi orang lain karena pengaruh2 dalam lingkungan sekeliling kita. Maka melakukan perjalanan akan membantu kita dalam menemukan kembali jati diri kita.

12. Belajar hal baru 

Pada tiap perjalanan pasti akan ada hal2 baru yang akan kita pelajari, entah itu budaya, bahasa, ataupun yang lainnya sehingga akan menambah wawasan kita.
Nah itulah beberapa manfaat travelling atau jalan2, jadi rencanakanlah jalan2 anda sekarang juga. Travelling atau jalan2 tidak harus mahal atau jauh, mulailah sekarang dengan budget sesuai kemampuan yang penting ambillah manfaatnya. Apakah anda akan menjadikannya gaya hidup anda??? Silakan tentukan. Sekian dan terimakasih.

​Vegetarian

​Vegetarian sebagai Gaya Hidup?

Pertama kita harus tahu dahulu apa itu vegetarian? Kata ini berasal dari bahasa Latin vegetus, yang berarti keseluruhan, sehat, segar, hidup. Istilah ‘vegetarian’ pertama kali digunakan secara formal pada tanggal 30 September 1847 oleh Joseph Brotherton dan lain-lain di Northwood Villa, Kent, Inggris pada saat pengukuhan dari Vegetarian Society Inggris. 

Definisi asli dari vegetarian yang sampai saat ini masih digunakan oleh Vegetarian Society adalah dengan atau tanpa telur dan hasil ternak perah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa vegetarian adalah sebutan bagi orang yang hanya makan tumbuh-tumbuhan dan tidak mengonsumsi makanan yang berasal dari makhluk hidup seperti daging dan unggas, namun masih mungkin mengonsumsi produk olahan hewan seperti telur, keju, atau susu.

Ada beberapa alasan mengapa seseorang memilih gaya hidup vegetarian, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Religius

Beberapa orang memilih menjadi vegetarian karena alasan agama ataupun kepercayaan yang dianut

2. Penyayang binatang

Ini bisa jadi salah satu alasan menjadi vegetarian. Banyak orang memutuskan menjadi vegan karena tak tega melihat binatang disembelih untuk dimakan.

3. Kesehatan

Dengan menjadi vegetarian, kita terhindar dari semua lemak hewani yang merupakan sumber kolesterol dan bisa jadi salah satu pemicu penyakit jantung dan kanker. Dengan menjadi vegan, tubuh akan mendapat banyak serat dari sayuran dan buah yang merupakan sumber antioksidan yang sangat berguna untuk kesehatan tubuh.

4. Berat badan stabil
Dengan berkurangnya asupan lemak dari hewani, anda tak perlu lagi takut kegemukan. Makanan sehat seperti sayur-sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian dan buah-buahan cukup untuk memenuhi semua kebutuhan tubuh. Dengan rajin makan sayur dan buah, otomatis tubuh kita mengonsumsi banyak serat sehingga otomatis pencernaan akan lancar dan racun-racun di tubuh pun bisa keluar setiap hari. Hasilnya anda bisa mendapatkan tubuh yang ideal.

5. Mencegah global warming
Fakta yang diungkap FAO tahun 2006 menjelaskan bahwa daging merupakan komoditi penghasil emisi karbondioksida paling tinggi (20%). Ini bahkan melampaui jumlah emisi gabungan dari semua kendaraan di dunia. Hal ini disebabkan karena industri ternak telah menghasilkan 9% racun karbondioksida, 65% nitrooksida, dan 37% gas metana. Selain itu, industri ternak juga memerlukan banyak energi untuk mengubah ternak menjadi daging siap konsumsi. 

6. Hemat energi

Dengan adanya krisis energi dan pangan muka bumi. Apabila kita ingin menghemat energi salah satunya adalah dengan menjadi vegetarian atau setidaknya mengurangi sumber makanan hewani, karena bahan makanan hewani membutuhkan lebih banyak konsumsi energi dalam produksi dan suplainya dibanding makanan nabati. Menurut U.S. Geological Survey, untuk membuat satu tangkup hamburger, misalnya membutuhkan setidaknya 1.300 galon air.

7. Hemat keuangan

Kita tahu produk daging dan olahannya termasuk bahan makanan yang harganya mahal, maka mengubah pola makan kita menjadi vegetarian artinya anda telah menghemat pengeluaran belanja harian atau jatah uang makan siang. Dapat anda bandingkan ketika makan di warung makan dengan mengunakan daging sebagai lauk dan menggunakan tahu atau tempe sebagai lauk, pengeluaran anda pasti jauh berbeda.

Apakah vegetarian merupakan pilihan gaya hidup anda??? Silakan dipilih 😉 cermati dahulu alasan dari pilihan anda dan konsekuensinya. Apabila membawa dampak positif dalam kehidupan anda kenapa tidak dicoba. Sekian dan terimakasih.