​Pengobatan dari dalam tubuh/pikiran kita VI

Bagian keenam:
Kemungkinan-kemungkinan yang tidak terbatas dalam Pengobatan Diri Sendiri

Bagaimana kita memandang diri kita sebagai individu sangatlah penting dalam upaya penyembuhan diri sendiri. Apabila kita melihat diri kita dibawah pengaruh dari perasaan-perasaan yang menyebabkan penyakit maka penyembuhan diri sendiri menjadi sulit untuk dilakukan. Sayangnya budaya dan sudut pandang kita mendukung perspektif ini. Kita melihat diri kita sendiri sebagai akibat dari kuman, virus, kelainan genetik atau cuaca. Kita juga cenderung berpikiran bahwa semua upaya penyembuhan bersumber dari luar tubuh kita, seperti contohnya dokter yang memberikan resep obat atau prosedur medis. Upaya-upaya ini terkadang membantu untuk menghilangkan gejala, tetapi juga kadang menjadi penyebab kematian sebagai efek sampingnya.

Tujuan dari ini semua adalah untuk membantu anda mengetahui penyebab dari suatu gejala dan kemudian mengatasinya dengan tujuan penyembuhan tanpa menciptakan masalah baru. Kebanyakan dari kita tidak menyadari adanya kekuatan dalam diri kita atas penyembuhan diri sendiri, yang sebenarnya hal ini didukung oleh ilmu pengetahuan tentang teori kuantum dan kebijakan kepercayaan kuno.

Pemikiran umum bahwa kita adalah mahluk yang tidak mempunyai kekuatan menjadikan potensi yang ada menjadi tidak terlihat. Kita akan melihat contoh kalimat-kalimat sebagai berikut untuk menggambarkan kelemahan kita:

“Apakah bahumu masih terasa mengganggu?” (Hal ini menggambarkan bahwa bahumu mempunyai kekuatan untuk menyebabkan gangguan yang dirasakan.)

“Saya akan memberikanmu pengobatan.” (Ini menggambarkan bahwa anda adalah bayi yang membutuhkan bantuan seseorang untuk merawat anda.)

“Anda berada dibawah tekanan akhir-akhir ini jadi minumlah obat-obat ini untuk membuatmu merasa lebih baik.” (Ini menggambarkan anda tidak dapat mengatasi tekanan itu sehingga anda membutuhkan obat-obatan itu untuk mengurangi gejala yang anda rasakan.)

“Marilah kita lihat gejalanya sementara waktu dan kita perhatikan apa yang terjadi.” (Kita lebih memberikan kuasa terhadap gejala yang kita alami, daripada diri kita sendiri untuk mengetahui apa yang sebenarnya harus kita lakukan.)

Dan pikirkan kata-kata yang kerap kita gunakan untuk diri kita:

“Saya flu karena tertular oleh orang dikantor.” (Anda merasa tidak punya kekuatan untuk melawan virus yang ada.)

“Sakit di punggung ini serasa membunuhku.” (Ini menggambarkan bahwa anda memberikan ijin bagi punggung untuk mencelakakan anda.)

“Penyebabnya adalah makanan yang saya makan.” (Makanan itu yang mengontrol sistem pencernaan kita.)

“Saya mendengar diberita bahwa hari ini adalah hari alergi yang sangat buruk. Saya tahu bahwa saya akan sangat menderita hari ini.” (Serbuk sari yang bertanggungjawab atas alergi atau beritanya itu sendiri.)

“Saya akan mendapatkan sakit yang sama seprti yang dialami oleh bapak/ ibu saya.” (Anda adalah korban faktor genetik; anda akan mengulang pola yang sama dari leluhur anda)

Seringnya pengulangan kalimat-kalimat diatas mendukung kepercayaan bahwa kita tidak mempunyai kuasa atas diri kita, yang akan menghasilkan penyakit dengan menyampaikan pesan-pesan tersebut kedalam sel-sel tubuh kita.

Apabila kita mempercayai bahwa kita adalah mahluk yang lemah maka akan mengakibatkan tidak hanya penyakit secara fisik tetapi juga penyakit mental, seperti depresi, kekhawtiran yang berlebihan, trauma, kecanduan, fobia dan lainnya. Pada kenyataannya, kita sebagai manusia sangat tergantung pada perasaan-perasaan itu sehingga kita berpikir pola pandang yang lain adalah salah, tidak mungkin, berlebihan atau bahkan gila. Sepertinya salah satu ketakutan terbesar kita adalah menerima kekuatan dalam diri kita.

Sekian dan terimakasih. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Pada pembahasan berikutnya kita akan melihat sudut pandang ilmu pengetahuan dunia tentang kesehatan dimasa lampau.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s