​Pengobatan dari dalam tubuh/pikiran kita IV

Bagian keempat:
Pada kesempatan ini akan kita bahas tentang pengalaman sakit yang di alami dr. Henry Grayson setelah beberapa tahun kemudian. Pada saat itu beliau menderita sakit pinggang, dari gejala yang ringan dan kemudian memburuk sehingga pada suatu hari beliau harus berjalan perlahan-lahan sejauh 6 blok menuju kantornya. Berbagai macam upaya ditempuh dari chiropractor, terapi pijat, obat relaksasi otot dan sebagainya akan tetapi tidak membuahkan hasil. Sampai akhirnya rasa sakit itu memuncak sehingga beliau harus masuk rumah sakit. Dari hasil pemeriksaan dokter beliau mengalami perubahan jaringan lunak yang akut di tulang belakangnya sehingga harus dioperasi, karena apabila tidak dilakukan operasi maka beliau tidak akan pernah bisa berjalan lagi.

Beliau merasa sangat terkejut dan trauma karena diketahui pada saat itu bahwa 68% orang yang menjalani operasi tulang belakang akan semakin parah. Beliau tidak mau mengambil resiko itu karena beliau sangat menyukai olahraga dan tidak ingin menempuh resiko untuk menjalani pengobatan dengan efek samping yang bisa memperparah keadaan. 

Tiba-tiba beliau tersadarkan akan kemampuannya untuk memyembuhkan diri sendiri, sesuatu yang sudah terlupakan sejak digunakan untuk gejala radang dan flu belum pernah beliau gunakan untuk gejala yang lainnya. Pikiran bawah sadar kita, musuh didalam diri kita yang tanpa kita sadari telah menghalangi kemampuan kita untuk menyembuhkan diri kita sendiri. Maka beliau mengajukan 4 pertanyaan itu kembali:

Mengapa saya mengalami gejala ini sekarang?

Apa yang akan dihasilkan dari gejala yang saya alami ini?

Apa yang tidak bisa saya kerjakan karena gejala yang saya alami ini?

Emosi apa yang diekspresikan dalam gejala ini?

Beliau sampai pada 4 hal yang harus dilakukan, yaitu: ada seorang dua orang teman yang mana beliau merasa bahwa mereka telah mengabaikan beliau. Beliau memutuskan untuk mengatasi trauma terhadap dua orang tersebut dari dalam dirinya sebelum menemui mereka secara personal. Beliau membuat komitmen untuk menyelesaikanya sesegera mungkin. Kemudian beliau mewaspadai dua hal dari gaya hidupnya yang perlu perhatian khusus, yaitu kesenangan beliau akan olahraga, tetapi beliau tidak pernah melakukan peregangan. Dan satu hal lagi yaitu tekanan dalam hidup dan pekerjaan. Maka beliau berjanji pada dirinya sendiri untuk melakukan yoga dan meditasi untuk mengatasi dua hal tersebut.

Sekali lagi keajaiban terjadi, setelah beliau membuat komitmen tersebut, beliau mulai merasa lebih baik. Perubahan dalam pikirannya yang telah membuat perubahan dalam tubuhnya. Beliau mulai bekerja lagi dalam beberapa hari, dan bebas dari rasa sakit dalam dua minggu setelah membuat komitmen tersebut. Setelah itu beliau selalu menggunakan metode tersebut untuk semua gejala baik ringan maupun berat.

Kesimpulannya, masing-masing dari kita mempunyai kemampuan untuk melakukan penyembuhan diri sendiri. Akan tetapi kadang pikiran bawah sadar kita yang menghalangi kesadaran kita untuk melakukan proses kesembuhaan tersebut. Sekian dan terimakasih, semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s