​Pengobatan dari dalam tubuh/pikiran kita III

Bagian ketiga:
Kali ini kita akan mengulas tentang pengalaman pribadi dr. Henry Grayson, bermula pada saat remaja sampai usia sekitar 25 tahunan, beliau seringkali  menderita radang tenggorokan dan flu sekitar 3 kali atau lebih dalam setahun. Kemudian pada suatu hari yang sangat dingin ketika beliau sedang memperbaiki pagar, gejala radang dan flunya kambuh, padahal beliau akan menghadapi ujian dalam beberapa hari kedepan dan telah menyediakan waktunya setiap akhir pekan selama beberapa bulan terakhir untuk belajar. Pada saat itu beliau sedang mempertimbangkan untuk tidak mengikuti ujian tersebut karena radang tenggorokan yang semakin terasa parah. Beliau bisa saja menyalah orang yang menyebarkan virus radang tersebut atau orang yang telah bersin dihadapannya sehari sebelumnya, atau bisa saja langsung meminta resep antibiotik ke dokter seperti yang sudah sering dilakukan. Tetapi kali ini beliau memikirkan sesuatu yang lain, daripada mencari penyebab (mencari kesalahan orang yang telah membawa virus) atau meminta obat. Beliau mulai memikirkan bahwa tubuh tidak bisa dipisahkan dari pikiran yang mana merupakan awal dari pengalaman proses penyembuhan diri sendiri yang beliau lakukan.

Maka beliau mulai membuat beberapa pertanyaan bagi dirinya sendiri dalam hubungannya dengan radang tenggorokan yang dialaminya:

Mengapa saya mengalami gejala ini sekarang?

Apa yang akan dihasilkan dari gejala yang saya alami ini?

Apa yang tidak bisa saya kerjakan karena gejala yang saya alami ini?

Dengan pertanyaan yang terakhir jawabannya jelas bahwa beliau tidak dapat mengikuti ujian yang telah dipersiapkannya dengan matang, dan beliau jelas tidak menginginkan hal tersebut. Kemudian beliau membuat pertanyaan keempat:

Emosi apa yang diekspresikan dalam gejala ini?

Pada saat itu beliau sedang berada dihalaman belakang dan melihat tetangganya yang sedang berada didapur dengan posisi membelakanginya. Tiba-tiba dia merasa bersalah, teringat bahwa dia berjanji untuk membantu ayah tetangganya tersebut untuk menggeser perabotan dirumahnya. Pada saat itu beliau merasa bersalah karena dibawah cuaca yang sangat buruk beliau memperbaiki pagarnya tetapi belum mambantu tetangganya, padahal beliau memang berencana akan membantu menggeser perabotan itu setelah ujian. Beliau merasa bersalah karena rencana tersebut belum sempat disampaikan kepada tetangganya, sehingga dikhawatirkan terjadi salah paham.  Kekhawatiran tersebut secara tidak sadar terproyeksikan kedalam tubuh dan menimbulkan radang.

Kemudian beliau mulai berpikir : Apakah saya perlu menghukum diri saya dengan radang tenggorokan dan flu karena merasa bersalah? Tidak, saya tidak mau mendapatkan hukuman seperti ini hanya untuk memperkuat rasa bersalah saya. Saya akan menelpon tetangga saya segera setelah saya selesai memperbaiki pagar dan memberitahunya bahwa saya tidak lupa akan janji saya untuk menggeser perabotan rumahnya, tapi akan saya lakukan pada hari selasa setelah ujian saya dihari senin.

Luar biasa sekali, dalam waktu 25 menit setelah mengambil keputusan itu untuk mengatasi rasa bersalahnya, radang tenggorokan beliau sembuh, dan itu pertamakalinya selama bertahun-tahun radang tersebut tidak menjadi flu yang parah. Akhirnya beliau berkesimpulan bahwa dia tidak perlu untuk mengalami radang lagi karena beliau menggunakan metode itu tiap kali menghadapi gejala-gejala yang sama.

Kesimpulannya kunci utama kesehatan kita bukanlah terletak pada tubuh ataupun suatu permasalahan yang kita hadapi, tetapi terletak pada kesadaran kita. Sebagai tambahan pada saat saya mulai menulis artikel ini saya sedang radang dan flu juga, sudah 2 kali ke dokter dan diberi antibiotik tapi belum sembuh juga. Segera saya praktekkan metode diatas, luar biasa sekali sampai dengan tulisan ketiga ini saya masih bertahan dan berangsur sembuh tanpa obat maupun antibiotik. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua, sekian dan terimakasih. Like, komen dan subscribe ya agar selalu update 👍👍👍

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s