​Pengobatan dari dalam tubuh/pikiran kita II

Bagian kedua:
Pada artikel pertama kita membahas tentang penyakit-penyakit yang ditimbulkan karena efek dari stress/ trauma. Maka pada kesempatan ini akan kita bahas tentang bagaimana kita melepaskan diri dari trauma tersebut sehingga bisa meningkatkan sistem imun tubuh kita dalam mengatasi penyakit. 

Ada beberapa pertanyaan penting yang harus kita renungkan:

Mengapa kita seringkali mengabaikan nasehat medis yang notabene sudah kita ketahui kebenarannya?

Mengapa diet sehat, olahraga, yoga, meditasi, dll seringkali gagal walaupun kita bertujuan untuk melaksanakannya?

Mengapa gejala-gejala sakit secara fisik atau masalah emosi sangat sulit dihilangkan, bahkan setelah bertahun-tahun melakukan terapi?

Permasalahan ini dapat diibaratkan sebagai berikut, apabila ditaman kita penuh oleh alang-alang (rumput liar) dan kita menanam bunga disitu maka pada akhirnya bunga itu tidak akan bertahan lama. Pertama-tama kita harus mencabut semua alang-alat tersebut agar kita bisa membuat taman bunga. Alang-alang disini adalah seperti yang kita bahas pada artikel pertama yaitu stress (jaringan dari trauma; kepercayaan akan sesuatu hal yang negatif, serangkaian pemikiran dan emosi, mengartikan sesuatu atas persepsi diri sendiri dan kadang merupakan hasil dari cara/ pola menghadapi tekanan dalam keluarga) yang kebanyakan ada dialam bawah sadar kita.

Disini, akan kita bahas tentang bukti adanya trauma dibawah alam sadar kita (95% dari perilaku kita baik itu positif maupun negatif adalah diluar kesadaran kita). Pada saat seminar yang diadakan oleh dr. Henry Grayson di Boston, beliau membuka seminar dengan pertanyaan, “Siapakah diantara peserta seminar yang ingin menikmati hidup sehat dan bahagia?” semua peserta mengangkat tangan mereka. Kemudian beliau memberikan pertanyaan berikutnya, “Siapakah diantara peserta seminar yang merasa berhak dan nyaman untuk menikmati hidup sehat dan bahagia?” hasilnya mengejutkan karena semua peserta merasa tidak yakin apakah mereka berhak atau nyaman untuk menjalani hidup sehat dan bahagia. Bahkan 82% dari peserta merasa tidak yakin apakah mereka berhak dan merasa nyaman menjalani kehidupan tersebut.

Mengacu pada filosofi Friedrich Nietzsche, yang mengatakan bahwa orang yang paling sering kita bohongi adalah diri kita sendiri. Ini bukan berarti kita adalah seorang pembohong besar, akan tetapi karena 95% dari tingkah laku kita, baik itu positif maupun negatif adalah diluar kesadaran kita. Oleh sebab itu kita harus dapat menerjemahkan bahasa tubuh kita untuk mengetahui apa yang sebenarnya sedang terjadi, daripada hanya sekedar mengobati sebagian dari tubuh kita (yang sakit) saja.

Pada artikel selanjutnya akan kita bahas mengenai, bagaimana kita belajar untuk menyembuhkan diri kita sendiri. Sekian dan terimakasih, semoga bisa bermanfaat bagi kita semua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s